Posted by: justhowling | February 9, 2009

No escaping homework for Singapore computer whiz-kid

if(window.yzq_d==null)window.yzq_d=new Object();
window.yzq_d['.Q6G73xsfLc-']=’&U=13fvckng1%2fN%3d.Q6G73xsfLc-%2fC%3d629078.12732857.13035082.3272417%2fD%3dLREC%2fB%3d5378559%2fV%3d1′; 

SINGAPORE, Feb 9 – He’s made headlines for his computer programming skills, but nine-year-old Singaporean Lim Ding Wen is only allowed to play with his desktop for just two hours a day, and provided he’s finished his homework.

Ding Wen, who started using a computer at the age of two, became a celebrity of sorts after writing an iPhone application called Doodle Kids, which lets users to draw by touching their fingers to the screen, then clearing it by shaking the phone.

The application, available on Apple’s iTunes store, currently has more than 27,000 users worldwide.

“Programming is easy, I just have natural interest in it,” the fourth-grader told Reuters. “It’s fun.”

Lim’s father, Lim Thye Chean, is a chief technology officer for a local firm, and the boy grew up surrounded by computers.

Lim said his son first asked about programmes two years ago, and he started him off on an old, yellow, 16-bit Apple II GS computer, hoping it would be easy enough for him.

Since then, Ding Wen has mastered some six programming languages and completed some 20 projects.

“Ding Wen is not a genius. He just works hard at what he does. Anybody with an interest can do programming,” Lim said.

Ding Wen’s skills may be way beyond his years — he’s writing another iPhone game — but he still lives an average nine-year-old’s life, and that means homework and house rules.

“Two hours of computer a day and only after homework,” the boy said sulkily.

His mother, Zhao Yan, says he must also do well at school.

“He does not need to be in the top three, just the top ten will do,” she said. Last year, he came 10th in his class.

And while computers, and games such as Sega’s “Sonic the Hedgehog”, are among his favourite activities, Ding Wen also likes cycling and playing with his pet mealworm James.

He is also determined not to let fame get to his head.

“I don’t want to become famous,” Ding Wen said in his room, where laminated newspaper articles about him are displayed on the walls. “I just want to be good at my programming.”

Posted by: justhowling | February 8, 2009

dapet chuy!!!!!!! =))

yessssss!! setelah berjam2 surfing di internet,akhirnya wa dapet juga tuh downloadnya! selama ini ,wa mencari adobe photoshop cs4 yg extended,kalo lightroom udah punya,tapi kayaknya serasa ga afdol aja kalo ga punya yang versi photoshopnya. Setelah berjam2 surfing,wa dapet juga. Di webnya orang kalsel,hhohohohh hehehe siippppppppp surfing lagi ah…

Posted by: justhowling | February 5, 2009

abingdon boys school!!!!

abingdon boys school-howling-

Posted by: justhowling | February 5, 2009

PM Selandia Baru dipukul DEMONSTRAN!!

Perdana Menteri Selandia Baru John Key/Ist

WELLINGTON – Dua orang demonstran memukul dan menarik jaket Perdana Menteri Selandia Baru John Key saat mengunjungi perayaan hari besar Suku Maori Kamis ini. Namun dia berhasil menghindar dari serangan itu.

Key mengatakan, seseorang berupaya menarik jaketnya saat tiba di rumah pertemuan Maori di Waitangi. Kawasan utara negara itu, merupakan pusat perayaan hari kebebasan Maori.

“Kejadian itu begitu cepat saya sangat terkejut. Selanjutnya anda tahu, petugas langsung mengamankan sekitar saya dan menarik satu pria, sementara satu lagi mendekat,” katanya kepada Radio New Zealand dan dikutip AFP, Kamis (5/2/2009).

Menteri untuk urusan Maori Pita Sharples juga sempat terkena pukulan saat polisi bergelut dengan pria penyerang yang disebut Key sebagai “pencari kebebasan” itu.

Hari Waitangi merupakan perayaan simbol kebebasan Suku Maori dari penjajahan Inggris. Pada 1840, Ratu Inggris dan Suku Maori menadatangani kesepakatan yang mengakui suku itu dalam kedudukan yang sama serta hak kepemilikan wilayah.

Key yang baru menjabat sebagai PM tiga bulan lalu berkomentar, serangan itu tidak akan mempengaruhi dialog yang telah dibangun antara pemerintah dan Suku Maori. “Yang harus dipertahankan adalah dialog dan bertukar pandangan serta mengembangkan sikap saling memahami masing-masing posisi. Bukan dengan memukul perdana menteri saat baru keluar dari mobil,” kata Key saat memberikan pidato di perayaan itu.

Kedua pria berusia masing-masing 19 dan 33 tahun tercancam hukuman pengusiran dari Waitangi.

Key bukan merupakan PM pertama yang diserang warga Maori. Sebelumnya mantan PM Helen Clark juga pernah didorong-dorong warga saat berkunjung ke Waitangi. Akibat kejadian itu, Clark tidak pernah mengunjungi wilayah itu lagi.

source : okezone.com

Posted by: justhowling | February 5, 2009

hati2 kalo belanja online,da shoppers!!! khusus vo multiply!!

FYI (dari milis sebelah) Be careful buat para moms yg suka shopping online… Waspadaa…! :)

Regards, ariesta —- Dear Moms, Kalau diantara para moms & das ada yang sedang / akan berbisnis dengan orang yang bernama ibu LISA ERVINA (Originalbags.multiply .com <http://originalbags.multiply.com/> ) / INDRAWAN EKO BASKORO diharap sangat berhati hati. Ibu LISA ERVINA saat ini sedang dilaporkan ke Polisi dalam kasus Penipuan dan Penggelapan dengan nomor laporan : LP/5076/K/XII/2007/SPK Unit III. Ibu LISA ERVINA melakukan bisnis penjualan tas branded via web site dan ternyata tas yang beliau jual adalah palsu, bahkan ada yang sudah tt uang tapi tas tidak dikirim (Uang dibawa kabur) kedua no HPnya 081 777 99 55 & 92884196 saat ini mati dan website multiply nya di cancel. Kedua suami istri ini ternyata adalah komplotan penipu yang sudah banyak memakan korban, jadi selain penipuan tas branded moms yang mempunyai bisnis supplier sembako untuk catering / kontrak jual beli rumah diharapkan sangat berhati hati adapun data data ibu LISA ERVINA dan bpk INDRAWAN EKO BASKORO adalah sbb : Nama : LISA ERVINA nasabah Bank Mandiri dengan no acc.1280005173981 Umur : 31 thn Tinggi : kurleb 161-165 dengan berat seimbang ; Putih dan terakhir memakai hilbab Mengaku bekerja menjadi pramugari di maskapai penerbangan nasional Bouraq/Lion Air / Batavia Air Mempunyai anak perempuan berumur kurleb 3 tahun Suaminya Bpk. INDRAWAN EKO BASKORO nasabah Bank BCA cabang Wisma BNI 46 no.acc. 319 192 1141 Pak Indrawan Eko Baskoro ini adalah alumni Lab School & Trisakti Pak Indrawan Eko Baskoro dan ibunya yang berbisnis catering menipu pemilik rumah yang di kontrakannya di Eramas 2000 jakarta Timur dengan meninggalkan tagihan telepon , PLN & PAM yang berjuta juta sehingga menyebabkan kerugian pemilik rumah karena seluruh fasilitas terebut di cabut. Kabarnya, tagihan CC Citibank mereka yang berjumlah Puluhan Juta juga masih tertunggak. Mereka juga terdeteksi pernah tinggal di Bintaro dan Cipinang Muara.. Apabila moms / dads ada yang berbisnis bahan bahan makanan untuk catering / restaurant / tas tas branded / sewa dan jual beli rumah dimohon sangat berhati hati dengan keluarga ini. Mereka mungkin akan memakai nama alias LIS / VINA /EKO/INDRA harap berhati hati karena kemungkinan besar mereka orang yang sama.. Dan apabila pernah melihat / kenal dapat menginformasikan kepada SPK Polda Metro Jaya mengacu kepada nomor laporan diatas atau ke aku juga boleh via japri / SMS Terima kasih. Rgds, Raras

Posted by: justhowling | January 17, 2009

Lost..i feel lost

malam minggu biasanya anak-anak muda pada hangout,tapi aku nggak begitu..

aku senang kakak pertamaku pulang,

tapi..

aku masih terbayang-bayang perisitiwa itu

yah…

jadi inget kata-kata ini

I can’t believe it’s over

I watched the whole thing fall

And I never saw the writing that was on the wall

If I only knew,

The days were slipping fast

That the good things never last

That you were cryin’

hohoh

okk

byeeee

Posted by: justhowling | January 17, 2009

my first life

BERISSSSIIIIIIKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!! Sangat berisik!!
Aku jadi nggak bisa konsen belajar,aku dengar dari tante Diana,kakak mo ikut lomba nyanyi di pacifica foodcourt SEHINGGA dia terus-terusan melatih bakat ‘alami’-nya sepanjang hari sampai malam ini. Kuakui,suaranya lumayan (kalo nggak mao dibilang ancur),tapi semestinya ia sadar bahwa di dunia ini dia tidak hidup sendirian.

Makjaaann! Lama-lama aku bisa gila jika dia terus-terusan nyanyi seperti itu. Padahal malam ini, i have to study harder more than before,gara-gara besoknya ada ujian English yang lain daripada biasanya. Bukan hanya karena guru English-ku terkenal SANGAT pelit dalam memberi nilai,tapi juga karena jalan pikirannya SUSAH ditebakk. Aku pernah tanya sama anak-anak di kelas 9-1 (kelas unggulan kedua setelah kelasku,9-3) mengenai guru-ku yang satu itu dan mereka bilang soal-soal ujian yang dia buat TIDAK PERNAH sama. Dan kalaupun ada yang bisa dikatakan ”sama”,itu adalah ”sama-sama SUSAH” nah,jika aku terus-terusan diganggu seperti ini,bagaimana bisa dapet nilai terbaik? Ampun,deh! Mati aja sono!

Akhirnya,aku memutuskan untuk beristirahat sejenak,sambil mendengarkan musik. Dan tak disengaja mataku tertuju pada lemari di pojok kamarku. Penuh dengan buku.
Buku-buku itu berasal dari uang jajanku yang selalu kutabung,semua buku itu sudah habis kubaca dan kuingat sampai otakku rasanya mau pecah.

Pada dasarnya,aku ini orang yang serakah (weh,gak nyangka bakal ngomong begini). Selain ingin dunia mengakui keberadaanku,aku juga punya ambisi mencapai irisan ketiga dari pai pengetahuan. Menurut Terry Wagon dan Ken Blanchard,dunia pengetahuan kita terbagi menjadi tiga irisan pai. Irisan pertama dan terkecil,kita tahu apa yang kita tahu. Irisan kedua yang sedikit lebih besar dari irisan yang pertama kita tahu apa yang tidak kita tahu. Irisan ketiga,yaitu tingkat irisan yang ingin kucapai dan menguasai lebih daripada dua pertiga dari seluruh pai pengetahuan,kita tidak tahu apa yang tidak kita tahu (artinya,kita tahu segalanya). Serakah,toh? Tetapi memang begitulah imej ”orang jenius” (sekedar julukan) yang ada dalam pikiran orang awam,seperti yang sedang kuperankan sekarang ini.

Tak lama suara kakak pun sudah tidak terdengar (mungkin suaranya habis) ah,aku bisa belajar sekarang,aku heran kenapa ada orang yang sangat antusias mengikuti kompetisi seperti itu. Sebagai penganut Cartesian,yang mendewakan otak diatas segalanya,menurutku kompetisi yang menggunakan otak lebih bermutu daripada kontes menyanyi seperti itu. Tapi mungkin,cara berpikir tiap orang berbeda-beda.

Next day..

”Far,udah belajar?”
”Ah,kalau Farah sih nggak usah ditanya”
”KS yah ntar”
”Kamu duduk disebelahku,loh!”
”Ajarin aku dong,Farah.”

Ucapan-ucapan seperti inilah yang biasa kudapatkan menjelang ujian,dan seperti biasa aku hanya menanggapinya dengan senyuman.

”Far!” seseorang menepuk punggungku.
”Ajarin aku dong!”
”Oh,kamu,Temon”
”Ajarin aku ya? Pliisss” pintanya dengan wajah memelas,aku CUMA bisa anggukan kepala dan bertanya,
”Yang mana?”
”S-E-M-U-A!” ejanya tanpa rasa bersalah
“Hah?! Se-semua? Serius kamu?” tanyaku bego.
”Habis,aku nggak ngerti semuanya”
Aku cuma bisa menelan ludah,tatapan bego. Toh pada akhirnya aku mengajarinya sampai dia mengerti seratus persen,yang lain serius memerhatikan penjelasanku.
”Farah emang pinter,euy!” kata Tio alias Temon (kelasku kelas pelawak semua).
”Aku jadi ngerti lohh” kata yang lain.
”Terima kasih” jawabku. Bukan bermaksud menyombongkan diri,tapi seperti kata pepatah : orang yang menolak pujian berarti ingin dipuji dua kali,iya kan?

Tidak lama kemudian,seorang wanita berumur sekitar enam puluh tahunan memasuki ruangan.

”MASUKKAN SEMUA BUKU KE DALAM TAS!” serunya dengan suara lantang.

Ini dia,guru English yang terkenal nyentrik dan super galak itu. ( walau sering bikin kelasku tertawa terguling-guling,sih) namanya Bu Hetty,alias bu Happy. Mungkin para SeiDers bertanya-tanya dimana keletakan nyentriknya. Berkacamata,memakai jilbab,tidak pernah TIDAK menggunakan baju berwarna biru tua yang selalu kelihatan sesak karena perutnya yang terlalu besar—benar-benar sangat konvensional. Tetapi jalan pikirannya lain daripada yang lain (bisa dikatakan sejenis dengan guru PKn-ku) hal itulah yang menjadikan dia berbeda dan akhirnya dianggap nyentrik.

Setelah selesai membagikan kertas ujian..

”CAMKAN BAIK-BAIK! MURID YANG KETAHUAN MELAKUKAN TINDAKAN YANG MENCURIGAKAN SELAMA UJIAN BERLANGSUNG,DENGAN KATA LAIN MENYONTEK,AKAN DINYATAKAN TIDAK LULUS SEKETIKA ITU JUGA.”

glekh.

Seluruh anak-anak dikelas pada keringet dingin,begitu juga denganku.
Nasib,jangan khianati diriku!
Habisnya,guru ini nggak pernah main-main dengan ucapannya. Dulu pernah kejadian pas UAS 1,semua murid pada tegang karena ujiannya gak ada yang ngerti,boro-boro anak-anak sekelas,aku aja gak ngerti (yang pada akhirnya kuputuskan untuk menembak jawaban dan akhirnya salah 8 saja,mantap juga =)) ) ehh..nggak taunya,ada suara HP..HP!!!!!!!!!! aku melongo,yang lain pada celingak-celinguk. Dan celakanya,yang menjaga waktu itu adalah pak afcar,pak lukman,pak harris,pak pras,pak hening,dan yang terakhir ialah bu hetty. Busetttt..kelas berat semua! Kalo guru cowok sih,gak apa-apa. Toh aku juga sering bergaul dengan mereka (ini dikarenakan aku nggak bisa bersosialisasi dengan teman sebaya,parah kan?) tapi sama bu hetty? Aduhh..sukur deh kalo aku jadi murid kebanggaannya ( walaupun aku juga sering ”dibantai” sama guru itu)
Okok,,back to the story…

HP,,

Para guru langsung sigap ngomong pada waktu yang sama
“Siapa yang bawa HP ke dalam ruang ujian?!”

mampus.

Aku emang bawa HP,tapi aku nggak setolol itu,membiarkan HP nyala selama ujian. Apalagi sampai menaruhnya di laci meja,sementara guru masih memandang kami dengan tatapan yang membunuh (mungkin,kalo ada laser pembunuh di mata mereka,mungkin kami semua sudah mati dari dulu)nggak taunya…

“HP-nya Doddy,buu!!!” salah seorang anak berteriak di kelas.
Yang disebut namanya,mulai pucat,menatap muka anak-anak satu persatu,aku,yang dilihatnya langsung menyiratkan seperti ini
“Bantu,aku,rah..” memelas.

Aku cuma bisa memberikan doa-doa supaya dia nggak “dimakan” ama bu hetty.
Tapi,yang namanya takdir,tetaplah takdir,gak akan kembali lagi ke kandangnya kayak ayam.

“DODDY! SINI KAMU!” bu hetty tereak kenceng saking emosinya,aduh buu..jangan begitu donk! Ntar ibu bisa penyakit jantung lagi! Cerocosku dalam hati.

Bengong.
Semua anak melongo bego dan kasihan ke doddy.

Lalu,keajaiban pun datang,
Bagaikan dapet duren runtuh dari surga,kita langsung panjatkan syukur ke Tuhan.

Datang seorang lelaki berumur lima puluh tahunan memasuki ruang ujian kami.
Sebenarnya sih,aku tidak begitu mengharapkan kedatangan guru tersebut,tapi dikarenakan kondisinya yang sudah mendesak sekali. Okelah,I’ll give him a chance.
Dan parahnya,guru itu sering dijadikan bahan olokan di kelasku,yah..kalo masalah gossip,geng,perkelahian antar geng..kami pusat dari semuanya. Dan kalian ingin tahu apa julukannya?

Mr.Doraemon.

Yup! Si doraemon alias kantong ajaib yang bisa mengabulkan apa aja! Hehe..
Kita semua ngasi nama ini bukan hanya kebetulan semata loh! Tapi karena suara dan perutnya—sangat jauh konvensional dan kontroversial. Itu sebabnya kami menamainya,doraemon. Maunya sih,do-re-mi tapi karena tuh guru cuma jago maen gitar,nggak pantes dapet gelar yang satu itu.

Capek muter,langsung aja ya?
Guru itu tadi [baca : doraemon] langsung masuk kelas sambil bilang

”Salam,anak-anak”menyapa dengan wajah yang sumringah.
”Salam,pak”
”Ada apa ini? Kok mukanya pucat semua? Ujiannya susah?”kali ini sambil tertawa iblis.
”Engg..anu,pak..engg..” jawabku sambil mikir kata-kata yang pas untuk menggambarkan situasi yang dialami oleh Doddy,karena mikirnya kelamaan,si Dito langsung nyamber ngomong kenceng ke mr.doraemon.

”PAK! HP,PAK!”
kami semua langsung menatap Dito dengan kaget,karena nggak pernah nyangka dia langsung bicara ke pokok bahasan tanpa basa-basi terlebih dulu.

”HP siapa?” kali ini giliran mr.doraemon yang nanya.
”DODDY,PAK!” lagi-lagi kami menatap Dito. Ini anak kok ngomong nggak pake tedeng aling-aling,to the point.

Loh? Kok nyambung kesini? Udah ah!!!

Aku seperti terkena sengatan babi rusa,merinding ngeri liat soalnya.

”so-soal i-ini kan..” panikku dalam hati,memasang raut muka seperti orang ingin menangis. Aku nggak tau kalo ada bu hetty disampingku,dan aku disadarkan dengan kalimat ini,

”I never see like this before,scare?” Tanya bu hetty sambil memandangku dengan sinis.
”Oh,yea? I’m not scare at all,boo-hoo” jawabku sambil terus memerhatikan soal.

Ibu yang satu ini benar-benar gila,aku tidak pernah membayangkan bahwa yang akan keluar adalah soal-soal yang menjurus ke simple past n present perfect! Sumpah,kalo belajar simple past,mungkin aku sudah diluar kepala,tapi present perfect? Aku yakin dikelasku tidak ada yang sanggup menjawab pertanyaan yang menggunakan present perfect. Aku akui ibu hebat,ibu tau cara mematikan aku dengan tepat.

ok..itu aja

Posted by: justhowling | January 17, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.